Wednesday, January 20, 2010

1. AKTIVA LANCAR

Aktiva lancar
(Inggris: current asset) dalam akuntansi adalah jenis aktiva yang dapat digunakan dalam jangka waktu dekat, biasanya satu tahun. Contoh aktiva lancar antara lain adalah kas, piutang, investasi jangka pendek, persediaan, dan beban dibayar di muka. Pada suatu laporan neraca, aktiva biasanya dikelompokkan menjadi aktiva lancar dan aktiva tidak lancar.

Terdapat lima unsur pokok dari aktiva lancar, yaitu :

1. Kas : Disajikan sesuai dengan jumlah yang benar-benar ada sebesar nilai nominalnya.
2. Surat-surat berharga : memanfaatkan kas menganggur, disajikan sebesar harga pokok atau
LOCOM
3. Tagihan (Piutang) : disajikan berdasar jumlah yang diperkirakan akan dapat diterima
pembayarannya (sebesar nilai realisasi)
4. Persediaan : disajikan berdasar harga pokok atau LOCOM
5. Pos-pos Transitoris dan Antisipasi : biaya dibayar di muka dan pendapatan yang masih akan
diterima.

2. AKITVA TETAP

Aktiva tetap dalam akuntansi adalah aktiva berwujud yang memiliki umur lebih dari satu tahun dan tidak mudah diubah menjadi kas. Jenis aktiva tidak lancar ini biasanya dibeli untuk digunakan untuk operasi dan tidak dimaksudkan untuk dijual kembali.

Contoh aktiva tetap antara lain adalah properti, bangunan, pabrik, alat-alat produksi, mesin, kendaraan bermotor, furnitur, perlengkapan kantor, komputer, dll. Aktiva tetap biasanya memperoleh keringanan dalam perlakuan pajak. Kecuali tanah atau lahan, aktiva tetap merupakan subyek dari depresiasi atau penyusutan.


3. FAKTOR ANGSURAN HUTANG

FAKTOR ANGSURAN HUTANG (CAPITAL RECOVERY FACTOR, UNIFORM
SERIES)
ix(1 + i ) N
A (CRF) = P x
(1 + i ) N − 1


4. INFLASI

inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat atau adanya ketidak lancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi. Inflasi dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-mempengaruhi. Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga. Ada banyak cara untuk mengukur tingkat inflasi, dua yang paling sering digunakan adalah CPI dan GDP Deflator.

Inflasi dapat digolongkan menjadi empat golongan, yaitu inflasi ringan, sedang, berat, dan hiperinflasi. Inflasi ringan terjadi apabila kenaikan harga berada di bawah angka 10% setahun; inflasi sedang antara 10%—30% setahun; berat antara 30%—100% setahun; dan hiperinflasi atau inflasi tak terkendali terjadi apabila kenaikan harga berada di atas 100% setahun.

Jenis-Jenis Penyusutan

1. Penyusutan Fisik

Disebabkan karena berkurangnya kemampuan fisik dari sebuah aset untuk menghasilkan produk yang disebabkan faktor usia

2. Penyusutan Fungsional

Kerap kali disebut keusangan/kekunoan, adalah lebih sulit untuk menentukan dari pada penysutan fisik. Dalam hal penurunan nilai disebabkan karena berkurangnya dalam permintaan untuk tugas atau fungsinya sebagaimana direncanakan semula. Ketidak cakapan adalah suatu sebab dari penyusutan fungsional

3. Penyusutan Disebabkan perubahan dalam tingkat harga

Adalah hampir tidak mungkin untuk diramalkan dan oleh karenanya jarang dijelaskan dalam studi - studi ekonomi.

Friday, January 15, 2010

RANGKAIAN EKUIVALEN ATENA

1. Impedansi antena : Z/A = V1/I1 Ohm

2. Teorema timbal balik adalah bial suatu EMF E yang dikenakan pada terminal antena 1 menimbulkan arus terminal 1 pada antena 2, maka dengan memasangkan E pada terminal antena 2, akan timbul arus 1 pada terminal antena 1.

3. Za = Ra + JXa
  • Pada penggunaannya, antena ditala (tuned) agar jXa =0, sehingga tinggal Ra=Rloss + Rrad. Rrad dinamakan tahanan (resistansi) radiasi, yaitu suatu tahanan khayal yang bila dialiri arus terminal rms, akan menimbulkan daya pancar sebesar : I^2rms x Rrad
  • Sedangkan Rloss merupakan tahanan dari bahan antena yang menimbulkan rugi - rugi pada antena berupa panas sebesar I^2rms x Rloss watt. Karena itu antena mempunyai efisiensi : Efisiensi Atena = I^2 rms x Rrad / I^2rms x Ra ==> Rrad/Ra x 100%
4. Agar daya yang dihasilkan oleh pemancar dipancarkan semua oleh antena, maka impedansi antena harus sesuai dengan impedansi saluran transmisi maupun dengan impedansi pemancar. Bila impedansi antena, saluran transmisi maupun rangkaian pemancar tidak "match", sebagian daya tidak dipancarkan tetapi dipantulkan ke pemancar.

Saturday, October 31, 2009

Komunikasi Gelombang Elektromagnet 4

FUNGSI MIXER

Sebagai pencampur frekuensi dari RF Amplifier dan frekuensi dari lokal OSC. Sehingga menghasilkan frekuensi baru / frekuensi selisih sebesar 455 Kc mixer dinamakan pula sebagai converter (pembalik/pengubah). Output dari penguat RF dan output dari lokal OSC yang sama – sama berbentuk sinus, di masukkan ke mixer dan menghasilkan selisih dari kedua sinyal tersebut sebesar 455 KHz ( f IF). Jadi fungsi dari mixer adalah mencampur dua sinyal ( fo & fc) dan menghasilkan frekuensi IF 455 KHz.

PENGUAT FREKUENSI ANTARA ( IF AMPLIFIER )

Sinyal IF mempunyai BANDWIDTH yang sama dengan BW sinyal yang diterima antena ( 9 KHz ). sinyal IF diperkuat dalam beberapa tingkat penguat penguatan bertingkat pada IF bertujuan untuk menaikkan kepekaan dan daya seleksi agar tetap pada frekuensi 455 KHz. Bila frekuensi radio ditahan pada frekuensi manapun maka frekuensi IF akan tetap saja 455 KHz. Pada penguat – penguat IF diterapkan sirkuit resonansi yang tertata secara ganda

LOCAL OSCILATOR

Ada 2 sistem lokal oscilator :
1.local OSC terpisah dengan mixer
2.local OSC bercampur dengan mixer
  • yang baik adalah local OSC yang terpisah dengan mixer karena, rangkaian ini dapat diberi AGC pada rangkaian mixernya.
  • Rangkaian OSC lokal yang bercampur dengan mixer dinamakan auto dyne mixer, bekerja sebagai mixer dan lokal OSC.

OSCILATOR
Berfungsi dengan factor umpan balik / dengan rangkaian feedback dan harus stabil menghasilkan gelombang atau carrier yang tetap pada frekuensi tertentu ( dari frekuensi rendah sampai dengan frekuensi tinggi )
  • OSC frekuensi rendah ==> dengan R dan C
  • OSC frekuensi tinggi ==> dengan L dan C
RANGKAIAN DETEKTOR ( DEMODULATOR )

  • Rangkaian ini menghasilkan demodulasi gelombang carrier yang telah mengalami modulasi
  • rangkaian ini berfungsi untuk memisahkan gelombang carrier dengan gelombang suara
  • hasil dari detektor adalah audio tegangan dan disalurkan ke audio amplifier.
  • Cara kerja detektor = penyearah puncak
  • Syarat : RC > PERIODA CARRIER
  • RC = 1 / 2 phi x m x fm Max, m = indeks modulasi, fm = frekuensi audio tertinggi
  • Fungsi dioda germanium, menyearahkan gelombang modulasi dari IF terakhir.
  • C, meratakan tegangan yang sudah disearahkan oleh dioda GE

KEGUNAAN DARI PENGUAT RF
  • Menaikkan perbandingan sinyal terhadap derau, sehingga dapat memperbesar sinyal input.
  • Menyekat osilator lokal dengan antena, sehingga frekuensi dari OSC lokal tidak dapat kembali memancar pada antena RX
  • Menaikkan sensitivitas RX
  • Penguat RF hanya digunakan pada RX type superheterodyn

PENGATURAN PENGUATAN AUTOMATIK

Berguna untuk menstabilkan gain yang masuk. Pengaturan penguatan secara otomatis mamanfaatkan tegangan searah dari detektor. Tegangan searah tersebut berubah – ubah sesuai dengan kuat lemahnya sinyal yang masuk. Bila sinyal yang masuk terlalu kuat, dilemahkan dan bila terlalu lemah, dikuatkan.

  • Penguat AGC = penguat DC
  • Emitor Q2 mengemudikan emitor Q1
  • Tegangan AGC yang positif yang naik, membuat IE Q1 menjadi turun
  • Karena IE Q1, melemah maka penguatan Q, berkurang
  • Tegangan AGC melemah, maka IE Q menjadi naik atau bertambah, penguatan Q1= bertambah.
  • Sistem AGC selain untuk RX digunakan pula untuk penerima TV, radio, radar, penguat audio, dll

Komunikasi Gelombang Elektromagnet 3

BLOK RANGKAIAN RADIO PENERIMA ( RX )

1.Antena : menangkap semua gelombang radio
2.RF Amplifier : - memperbesar sinyal input
- menaikkan sinyal terhadap derau
- menaikkan kepekaan RX
3. Mixer : berfungsi sebagai pencampur frekuensi dari RF amplifier dan frekuensi dari lokal OSC sehingga menghasilkan frekuensi selisih (IF)

IF AM = 455 KHz
IF FM = 10,7 MHz
IF = fc ± fo

Frekuensi dari RF Amplifier yang dibutuhkan adalah sebesar 455 KHz di atas frekuensi lokal OSC.
IF AM : IND, JPN, USA = 455 KHz
BELANDA = 452 KHz
INGGRIS = 470 KHz
JERMAN = 460 KHz
 

Template Design By:
SkinCorner