Saturday, October 31, 2009

Komunikasi Gelombang Elektromagnet 4

FUNGSI MIXER

Sebagai pencampur frekuensi dari RF Amplifier dan frekuensi dari lokal OSC. Sehingga menghasilkan frekuensi baru / frekuensi selisih sebesar 455 Kc mixer dinamakan pula sebagai converter (pembalik/pengubah). Output dari penguat RF dan output dari lokal OSC yang sama – sama berbentuk sinus, di masukkan ke mixer dan menghasilkan selisih dari kedua sinyal tersebut sebesar 455 KHz ( f IF). Jadi fungsi dari mixer adalah mencampur dua sinyal ( fo & fc) dan menghasilkan frekuensi IF 455 KHz.

PENGUAT FREKUENSI ANTARA ( IF AMPLIFIER )

Sinyal IF mempunyai BANDWIDTH yang sama dengan BW sinyal yang diterima antena ( 9 KHz ). sinyal IF diperkuat dalam beberapa tingkat penguat penguatan bertingkat pada IF bertujuan untuk menaikkan kepekaan dan daya seleksi agar tetap pada frekuensi 455 KHz. Bila frekuensi radio ditahan pada frekuensi manapun maka frekuensi IF akan tetap saja 455 KHz. Pada penguat – penguat IF diterapkan sirkuit resonansi yang tertata secara ganda

LOCAL OSCILATOR

Ada 2 sistem lokal oscilator :
1.local OSC terpisah dengan mixer
2.local OSC bercampur dengan mixer
  • yang baik adalah local OSC yang terpisah dengan mixer karena, rangkaian ini dapat diberi AGC pada rangkaian mixernya.
  • Rangkaian OSC lokal yang bercampur dengan mixer dinamakan auto dyne mixer, bekerja sebagai mixer dan lokal OSC.

OSCILATOR
Berfungsi dengan factor umpan balik / dengan rangkaian feedback dan harus stabil menghasilkan gelombang atau carrier yang tetap pada frekuensi tertentu ( dari frekuensi rendah sampai dengan frekuensi tinggi )
  • OSC frekuensi rendah ==> dengan R dan C
  • OSC frekuensi tinggi ==> dengan L dan C
RANGKAIAN DETEKTOR ( DEMODULATOR )

  • Rangkaian ini menghasilkan demodulasi gelombang carrier yang telah mengalami modulasi
  • rangkaian ini berfungsi untuk memisahkan gelombang carrier dengan gelombang suara
  • hasil dari detektor adalah audio tegangan dan disalurkan ke audio amplifier.
  • Cara kerja detektor = penyearah puncak
  • Syarat : RC > PERIODA CARRIER
  • RC = 1 / 2 phi x m x fm Max, m = indeks modulasi, fm = frekuensi audio tertinggi
  • Fungsi dioda germanium, menyearahkan gelombang modulasi dari IF terakhir.
  • C, meratakan tegangan yang sudah disearahkan oleh dioda GE

KEGUNAAN DARI PENGUAT RF
  • Menaikkan perbandingan sinyal terhadap derau, sehingga dapat memperbesar sinyal input.
  • Menyekat osilator lokal dengan antena, sehingga frekuensi dari OSC lokal tidak dapat kembali memancar pada antena RX
  • Menaikkan sensitivitas RX
  • Penguat RF hanya digunakan pada RX type superheterodyn

PENGATURAN PENGUATAN AUTOMATIK

Berguna untuk menstabilkan gain yang masuk. Pengaturan penguatan secara otomatis mamanfaatkan tegangan searah dari detektor. Tegangan searah tersebut berubah – ubah sesuai dengan kuat lemahnya sinyal yang masuk. Bila sinyal yang masuk terlalu kuat, dilemahkan dan bila terlalu lemah, dikuatkan.

  • Penguat AGC = penguat DC
  • Emitor Q2 mengemudikan emitor Q1
  • Tegangan AGC yang positif yang naik, membuat IE Q1 menjadi turun
  • Karena IE Q1, melemah maka penguatan Q, berkurang
  • Tegangan AGC melemah, maka IE Q menjadi naik atau bertambah, penguatan Q1= bertambah.
  • Sistem AGC selain untuk RX digunakan pula untuk penerima TV, radio, radar, penguat audio, dll

No comments:

Post a Comment

 

Template Design By:
SkinCorner