Saturday, June 27, 2009

HSDPA (High Speed Downlink Packet Access)

HSDPA mengenalkan beberapa teknik baru untuk Radio Access Network (RAN), yang apabila digabungkan akan menghasilkan perkembangan yang signifikan, baik untuk operator maupun user. Teknik tersebut antara lain: 2.2.1 High Speed Downlink Shared Channel (HS-DSCH), merupakan kanal radio yang secara simultan dapat digunakan bersama-sama oleh banyak user. Struktur HS-DSCH terbagi dalam dua domain, yaitu:

a. Struktur layer fisik HS-DSCH dalam domain kode

Transmisi HS-DSCH untuk FDD menggunakan pengkodean kanal (channel coding) dengan spreading factor yang fixed, yaitu SF=16. Dimana juga dimungkinkan untuk melakukan transmisi multi-code, artinya UE mampu menggunakan banyak (multiple) pengkodean kanal pada TTI yang sama (scrambling code sequence) diterapkan untuk semua pengkodean kanal dalam satu HS-DSCH. Lebih lanjut lagi, dimungkinkan pula penggunaan

pengkodean kanal oleh banyak UE dalam TTI yang sama, yang disebut proses multiplexing dari banyak UE dalam domain kode. Sedangkan transmisi HS-DSCH untuk TDD menggunakan, baik dengan fixed spreading factor, SF=16 dan multi-code atau spreading factor, SF=1 dalam satu atau lebih timeslot. Lebih lanjut lagi, dimungkinkan untuk mengkombinasikan antara code multiplexing dan time multiplexing UE dalam satu HS-DSCH.


b. Struktur layer fisik HS-DSCH dalam domain waktu

Untuk FDD, panjang dari satu HS-DSCH TTI adalah 3xTimeslot, dimana satu timeslot sama dengan 2560 chip (~0,67 ms). TTI untuk HS-DSCH merupakan parameter format transport yang statik. Sedangkan untuk TDD 1,2 Mcps menggunakan TTI 5 ms. Dan TTI untuk 3,48 Mcps adalah 10 ms. Berikut ini kombinasi untuk kemampuan HS-DSCH ditunjukkan tabel berikut ini. Kombinasi ini dikhususkan untuk HS-DSCH. Tabel 2.1 kombinasi parameter akses radio UE, DL HS-DSCH Pada aplikasinya HS-DSCH terdiri dari 2 jenis kanal, yaitu:


High Speed Physical Downlink Shared Channel (HS-PDSCH),

High Speed Physical Downlink Shared Channel (HS-PDSCH) digunakan untuk membawa High Speed Downlink Shared Channel (HS-DSCH). Kanal ini membawa paket data yang sebenarnya. Tiap selnya mampu mengalokasikan 15 kanal HS-PDSCH. Sebuah HS-PDSCH bersesuaian dengan satu kode kanal dengan spreading factor, SF=16 dari satu set kode kanal sebelumnya dari transmisi HS-DSCH



atu HS-PDSCH mampu menggunakan modulasi QPSK maupun 16-QAM. Pada gambar diatas, M adalah jumlah bit tiap simbol, yaitu M=2 untuk modulasi QPSK dan M=4 untuk modulasi 16-QAM. Semua yang berhubungan dengan informasi layer fisik ditransmisikan ke dalam HS-SCCH, dimana HS-PDSCH tidak membawa informasi layer apapun.

1 subframe: Tf = 2 ms

Tslot=2560 chips, M*10*2kbits (k=4)

Data Ndata1bits


High Speed Shared Control Channel (HS-SCCH)

HS-SCCHadalah kanal fisik downlink dengan rate yang tetap (fixed) digunakan untuk membawa informasi signaling (set kode kanal, skema modulasi, transport block size, jumlah proses H-ARQ, redundancy dan parameter-parameter konstelasi, data flag, dan identitas UE) pada arah downlink pada transmisi HS-DSCCH. HS-DSCCH menggunakan SF=16 dan modulasi QPSK. Jumlah kanal HS-SCCH yang diijinkan mencapai 32 kanal per sel, 4 kanal tiap UE. Sedangkan pada arah uplink, HSDPA menggunakan kanal HS-DPCCH (High Speed Dedicated Physical Control Channel), kanal uplink inilah yang membawa informasi signalling, diantaranya ACK (Acknowledgement)/Negative-ACK dan CQI (Channel Quality Indicator). Kanal ini menggunakan Spreading Factor=256 dan modulasi QPSK. Informasi signaling dari kanal inilah yang nantinya akan diterima di node B sebagai representasi dari keadaan teraktual UE saat itu. Ketiga jenis kanal tersebut menggunakam Time Transmission Interval (TTI) sebesar 2 ms. Pemetaan dari kanal transport HS-DSCH ke kanal fisik tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:



Transmission Time Interval (TTI) 2 ms, yang mampu menyediakan kecepatan transmisi lebih besar pada layer fisik. Dibandingkan dengan W-CDMA memiliki TTI 10 ms. Hal ini menunjukkan kemampuan adaptasi kanal lebih cepat terhadap perubahan kondisi propagasi.

Penjadwalan trafik lebih cepat (fast traffic scheduling) Variasi yang terjadi dari perubahan kondisi radio dapat diakomodasikan dan BTS mampu menalokasikan kapasitas sel sebanyak user tertentu untuk periode waktu pendek. Seorang user dapat menerima sebanyak data sepanjang kondisi radionya memungkinkan. Kemampuan ini bias dibandingkan dengan mekanisme sistem Wireless LAN. 2.2.4 Adaptive Modulation and Coding (AMC) dengan adaptasi saluran yang cepat. Format modulasi dan coding dapat dimodifikasi berdasarkan variasi kondisi kanal, dimana memberikan data rate yang lebih tinggi untuk user dengan kondisi tertentu. Jika pada UMTS Release 99 yang menggunakan hanya modulasi QPSK, maka HSDPA menyediakan kemampuan menggunakan 16-QAM ketika saluran sedang dalam kondisi terbaik, sehingga dapat menaikkan data rate secara signifikan.



Pengiriman ulang (retransmission) berdasarkan pada teknik Hybrid Automatic Response request (H-ARQ) yang mampu mengirimkan ulang paket-paket yang gagal dalam sebuah window 10 ms dan menjamin bahwa throughput TCP dalam keadaan tinggi. Dalam penambahannya, mekanisme untuk ARQ di HSDPA dilakukan di BTS (sebelumnya di RNC untuk R99). Dengan menggunakan beberapa teknik tersebut, semua user, baik dekat maupun jauh dari BTS dapat menerima data

No comments:

Post a Comment

 

Template Design By:
SkinCorner