Monday, September 28, 2009

Pengertian Kebudayaan

1. Pengertian kebudayaan
Kebudayaan = cultuur (bahasa belanda) = culture (bahasa inggris) berasal dari perkataan latin “Colere” yang berarti mengolah, mengerjakan, menyuburkan, terutama mengolah tanah atau bertani. Dari segi ini berkembanglah arti culture sebagai “segala daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah alam”.
Dilihat dari sudut bahasa Indonesia, kebudayaan berasal dari bahasa sangsekerta “buddhayah” yaitu bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi atau akal.
Pendapat lain mengatakan bahwa ‘budaya’ adalah sebagai suatu perkembangan dari kata majemuk budi-daya, yang berarti daya dari budi, karena itu mereka membedakan antara budaya dengan kebudayaan. Budaya adalah daya dari budi yang berupa cipta, rasa, dan karsa. Dan kebudayaan adalah hasil dari cipta, rasa dan karsa tersebut.
Mengenai definisi kebudayaan banyak sarjana – sarjana ilmu sosial yang mencoba menerangkan atau setidak – tidaknya telah menyusun definisinya. Ada 2 sarjana Antropologi yaitu : A.L. Kroeber dan C. Kluchon yang pernah mengumpulkan sebanyak mungkin definisi tentang faham kebudayaan yang termakthub dalam banyak buku dan yang berasal dari banyak pengarang dan sarjana. Terbukti terdapat 160 macam definisi tentang kebudayaan yang kemudian di analisis dicari intinya dan kemudian diklasifikasikan dalam berbagai golongan, dan kemudian hasil penyelidikan itu diterbitkan dalam suatu kitab bernama : “Culture A Critical Review of Concept and Definiton”.
Adapun ahli antropologi yang memberikan definisi tentang kebudayaan secara sistematis dan ilmiah adalah E.B. Tylor dalam buku yang berjudul “Primitive Culture”, bahwa kebudayaan adalah keseluruhan kompleks yang didalamnya terkandung ilmu pengetahuan yang lain, serta kebiasaan yang didapat manusia sebagai anggota masyarakat.
Sultan takdir alisyahbana mengatakan kebudayaan adalah manifestasi dari cara berfikir. Drs. Moh. Hatta mengatakan, kebudayaan adalah ciptaan hidup dari suatu bangsa. Definisi – defisini diatas kelihatan berbeda – beda, namun semua berprinsip sama yakni mengakui adanya ciptaan manusia meliputi perilaku dan hasil kelakuan manusia, yang diatur oleh tatakelakuan yang diperoleh dengan belajar yang semua tersusun dalam kehidupan bermasyarakat.
Di dalam masyarakat kebudayaan sering diartikan sebagai the general body of the arts, yang meliputi seni sastra, seni musik, seni pahat, seni rupa, pengetahuan filsafat atau bagian – bagian yang indah dari kehidupan manusia. Akhirnya kesimpulan yang didapat bahwa kebudayaan adalah hasil buah budi manusia untuk mencapai kesempurnaan hidup. Segala sesuatu yang diciptakan manusia baik yang konkrit maupun abstrak itulah kebudayaan.
Prof. M.M. Djojodiguno dalam bukunya “Asas – asas sosiologi mengatakan bahwa kebudayaan atau budaya adalah daya dari budi, yang berupa cipta, karsa dan rasa.
Cipta : Kerinduan manusia untuk mengetahui rahasia segala hal yang ada dalam pengalamannya, yang meliputi pengalaman lahir dan batin. Hasil cipta berupa berbagai ilmu pengetahuan.
Karsa : kerinduan manusia untuk menginsyafi tentang hal “sangka paran”. Dari mana manusia sebelum lahir (= sangkan) , dan kemana manusia sesudah mati (=paran). Hasilnya berupa norma-norma keagamaan/kepercayaan. Timbullah bermacam – maca agama, karena kesimpulan manusiapun bermacam – macam pula.
Rasa : Kerinduan manusia akan keindahan, seingga menimbulkan dorongan untuk menikmati keindahan. Manusia merindukan keindahan dan menolak keburukan/kejelekan. Buah perkembangan rasa ini terjelma dalam bentuk berbagai norma keindahan yang kemudian menghasilkan macam kesenian.
Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia untuk memenuhi kehidupannya dengan car belajar, yang semuanya tersusun dalam kehidupan masyarakat. Untuk lebih jelas dapat dirinci sebagai berikut:
1. bahwa kebudayaan adalah segala sesuatu yang dilakukan dan dihasilkan manusia. Karena itu meliputi :
a.kebudayaan amterial yang meliputi benda – benda ciptaan manusia
b.kebudayaan non material yaitu semua hal yang tidak dapat dilihat dan diraba.
2.bahwa kebudayaan tidak diwariskan secara generatif, melainkan hanya mungkin diperoleh dengan cara belajar.
3.bahwa kebudayaan itu diperoleh manusia sebagai anggota masyrakat. Tanpa masyarakat akan sukarlah bagi manusia untuk membntuk kebudayaan. Sebaliknya tanpa kebudayaan tidak mungkin manusia baik secara individual maupun masyarakat, dapat mempertahankan kehidupannya.
4.jadi kebudayaan itu adalah kebudayaan manusia. Dan hampir semua tindakan manusia adalah kebudyaan, karena yang tidak perlu dibiasakan dengan cara belajar, misalnya tindakan atas dasar naluri, gerak reflek. Sehubungan dengan itu kita perlu mengetahui pebedaan tingkah laku manusia dengan makhluk lainnya.

No comments:

Post a Comment

 

Template Design By:
SkinCorner